Recent Updates RSS Toggle Comment Threads | Tombol Pintas

  • debrayudhistira 01:23 on 10 February 2010 Permalink | Balas  

    hal kecil lainnya… setelah ngisi bater… 

    hal kecil lainnya…

    setelah ngisi baterai hp, chargernya dilepas dari colokan
    kalau mau ke sekolah atau ngampus, mending bawa minum dari rumah deh
    kalau memang mau beli, mending beli di tempat yang jualannya sedikit,,biasanya ada penjual yang cuma jualan air mineral sama permen
    mbantuin orang yang mau nyebrang, kayak polisi dan tentara yang saya liat pagi tadi,,,

     
  • debrayudhistira 16:33 on 9 February 2010 Permalink | Balas  

    oops 

     
  • debrayudhistira 16:04 on 9 February 2010 Permalink | Balas  

    ibuku sedang masak apa sekarang??
    apa dia tetap memakai lotion bau khas itu?
    rapiiii sekali sebelum tidur, seperti mau bertemu orang istimewa di mimpinya malam ini
    hihi…
    saya tidak lagi mencium kedua pipinya, juga dahinya saat akan berangkat sekolah…
    dia juga tidak lagi memberi banyak perhiasan di rambutku saat akan ke sekolah, saking ramenya kepalaku sering disebut toko perhiasan rambut berjalan,,
    model jinny oh jinny, bertaburan jepitan per di seluruh bagian kepala, kepang kecil-kecil dengan jepitan warna warni di ujung rambut,,saya paling rame…
    dokter paling hebat, dengan ramuan andalan untuk semua penyakit,,daun pepaya rebus…ini mimpi buruk,haha
    seragam putih merah paling rapi dan harum, juga dijahit sendiri oleh ibu, sepatu paaaaliiing mengkilap sampai-sampai saya phobia dengan becek, roti ter-enak buatan sendiri, boneka buatan sendiri yang aneh, pengarah gaya yang baik saat saya akan difoto, salon rambut paling mutakhir-hmm demi moore, perancang gaun pesta, sepatu sekaligus bando paling kereen…komentator nyanyi paling topcer, teman bertengkar, sering buat saya cemburu buta,,hahaha…hmmm…..punya selera yang bagus kalau soal cowok..waw..haha…pemberi nama paling imajinatif, debra ayudhistira…

    my mom…
    saat dia masak, dia cewek paling cantik dan paling keren
    gilaa…
    perempuan yaaaaaaangggg haha,,merdeka

    nikmat apa lagi yang saya pertanyakan??

     
  • debrayudhistira 14:48 on 8 February 2010 Permalink | Balas  

    apa yang membuat Aticcus Finch begitu getol membela negro yang dituduh oleh hampir semua warga mycomb sebagai pemerkosa dari mayela ewel perempuan kulit putih
    bagaimana scout dan jem ambil bagian dalam novel ini
    mengapa Atticus mengatakan sesuatu tentang keberanian sejati: “…Keberanian sejati tidak selalu identik dengan lelaki bersenapan. Keberanian adalah saat kau tahu kau akan kalah sebelum memulai, tetapi kau tetap memulai dan kau merampungkannya, apapun yang terjadi”.
    mengapa begitu banyak yang meyesali apa yang dilakukan Aticcus

    apa masih ada atticus pada sidang-sidang di pengadilan ?

    ingin kembali membaca novel ini

     
  • debrayudhistira 19:34 on 4 February 2010 Permalink | Balas  

    kadal itu makan apa ya?
    sudah tiga hari dia tidak keluar kamar
    sembunyi di dalam kamar, entah di balik apa
    membuat saudariku , sang pemilik kamar mengungsi di tempatku
    “tuan atau nona kadal, keluarlah, apa kamu tidak lapar? kalau kamu makan rumput, di dalam kamar tidak ada rumput, atau kalau kamu makan cacing, di dalam lemari juga tak ada cacing. saya tidak akan marah lagi kok, di luar cuaca sudah tidak begitu dingin lho”
    mungkin dia ketakutan karena sempat saya marahi,
    soalnya dia juga yang salah, subuh-subuh dia membuat kami panic! at the disco, tiba-tiba muncul di dalam kamar.
    keluarlah, saya tidak marah lagi..
    kamu kelaparan di dalam sana.

     
  • debrayudhistira 13:58 on 28 January 2010 Permalink | Balas  

    saya ingin membuat sebuah puisi
    ini puisi

    ….
    apa ya…
    kata-kata bagus
    atau kata-kata yang sering dipakai untuk berpuisi
    jangan sampai ini bukan puisi
    lalu bagaimana puisi itu
    seperti apa

     
  • debrayudhistira 13:49 on 28 January 2010 Permalink | Balas  

    sekat sekat 

    manusia..
    dimanapun
    terlahir menjadi merdeka dan sederajat..

    oh ya??

    sore tadi saya menghadiri, acara nonton film dokumenter dan diskusinya,,,gratis se gratis gratisnya
    bertemu seorang..seseorang
    yang bilang
    dari kecil kita telah diajari..
    dari rumah untuk ” masa kamu kalah sama dia”
    dari sekolah ke rumah ” masa nilainya lebih bagus dari pada kamu”
    di sekolah ” kita diseragamkan, kita dinilai dalam raport-raport, di bagi menjadi IPA, IPS, BAHASA”
    di bebrbagai tempat
    kita adalah koloni-koloni, yang melihat ada begitu banyak perbedaan besar dengan orang lain,,,
    saat terjadi salah paham di pasar,,” wah, dia orang atheis, kok dia mengganggu kita yang bertuhan?”
    ” memang gitu kali kalau orang atheis, suka gangguan”
    …….sekat, devide et impera
    haha…..

    jika aku memberi makan pada orang miskin aku disebut paus
    jika aku menanyai kenapa kamu miskin, aku disebut komunis…

    yah…inilah kita,,,sedang sangat merdeka

     
  • debrayudhistira 16:23 on 25 January 2010 Permalink | Balas  

    ternyata nicole kidman tidak hanya aktri… 

    ternyata nicole kidman tidak hanya seorang aktris, dia juga menyanyi…
    ini nih, lagu lama…something stupid
    lumayan buat di dengar sore tadi, saat tenggorokanku sampai sakit karena tertawa…
    love to spend time with all…

    have a nice life

     
  • debrayudhistira 15:33 on 24 January 2010 Permalink | Balas  

    …………………….. 

    Pengantar Agus Leonardus dalam pameran foto “toys”

      “meski memperoleh perlakuan kasar dan tidak menyenangkan hatinya, anak kecil tidak kuasa melawan orang yang lebih dewasa. ukuran fisiknya yang relatif kalah besar, menyulutkan nyalinya untuk memberikan perlawanan walau ia merasa telah diperlakukan tidak adil.

      perlakuan kasar yang diperolehnya bisa tersimpan lama dihatinya. Anak yang memperoleh perlakuan kasar semasa kecilnya bisa menjadi pemberang dan cenderung menyukai tindak kekerasan setelah ia dewasa.

      perlawanan dan perlakuan si kecil atas kekesalannya sering kali dilampiaskan terhadap mahluk lain yang lebih lemah daripadanya. Yang paling dekat dengan anak-anak adalah mainannya. Maka dibantinglah boneka atau mainan lainnya hingga hancur lebur. Mereka, mainan itu tentu tidak bisa memberikan perlawanan terhadap perusaknya karena mereka lemah dan tak bernyawa.

      Mainan yang telah porak poranda menjadi artefak nyata dari pelampiasan kemarahan dan bentuk perlawanan kaum tertindas. Yang kuat menindas yang lemah, yang lemah menindas yang lebih lemah lagi. Demikian seterusnya.

      Dalam rangkaian ini, maianan anak mejadi mahluk yang paling lemah. Andaikata mereka punya nyawa dan energi, tentu mereka juga akan melakukan perlawanan atau minimal meperlihatkan reaksi kemarahan.”

    tulisan ini terbit di koran kompas pada halaman kilinik fotografi edisi 5 january 2010 oleh Arbain Rambey.
    sebuah pameran foto konseptual di gelar dengan judul “toys” oleh Agus Leonardus.

    ***

    beberapa hari lalu, menjelang magrib, saya dan seorang teman berniat singgah pada salah satu warung nasi yang berada di sepanjang jalan poltek. Warung nasi yang kami pilih memajang salah satu tv ukuran 14 inch yang sedang memberitakan kasus anak jalanan dan tersangka pelaku kriminal babhe. narasinya mengerikan, membuat saya meminta bapak pemilik warung untuk memindahkan channel. Sang bapak memilih sinetron politik sidang kasus century. saat membawakan makanan yang kami pesan, dia sempat “curhat” tentang ruhut sitompul..&*^&%%&##@!#$$….katanya.

    pagi tadi koran kompas kembali menulis artikel yang berhubungan dengan berita bernarasi mengerikan diatas. judulnya, Takut ah, Ada Razia. salah seorang anak yang diwawancara mengatakan ” waktu itu, anak-anak lelaki ketakutan, karena bakal ada razia sih, itu tuh razia dubur”

    saya tidak usah berpanjang-panjang dengan apa yang terjadi pada mereka di jalan, di jalan di kota mana saja. saya belum pernah turun langsung, tapi saya tidak benar-benar buta.

    ……………………………………………………………………………………
    semoga razia itu tidak betul-betul diberlakukan,,saya tidak bisa membayangkan apa yang bisa mereka perbuat kelak, bukan pada mainan mereka, tapi pada hidup mereka.

     
  • debrayudhistira 14:08 on 22 January 2010 Permalink | Balas  

     
c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
balas
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
esc
batal